Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
pustakadigital
jambi dlm angka
eproduk
bank ilmu padi
epetani
Sinartani
katam
juknis pengendalian ulat bulu

Forum Litbang/Katalog Online

Kalender Kegiatan 2014

Pengunjung online

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini171
mod_vvisit_counterKemarin332
mod_vvisit_counterMinggu ini503
mod_vvisit_counterBulan ini503
mod_vvisit_counterAll168773
Berita Terkini
Sektor Pertanian Berperan Dalam Upaya Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (Sosialisasi ICCTF Fase II Di Bappeda Jambi) PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Rima Purnamayani, MP, M.Si   
Kamis, 28 Februari 2013 00:00

Perpress No 61 Tahun 2011 menyatakan bahwa sektor pertanian berperan dalam upaya penurunan emisi GRK (Gas Rumah Kaca), terutama dalam subsektor perkebunan dan tanaman pangan dengan berbagai teknologi adaptif. Di lain pihak, terdapat ancaman pada sektor pertanian diantaranya konversi dan alih fungsi lahan.  Oleh karena itu, dilakukan perluasan areal tanam ke lahan gambut karena masih sangat luas di Indonesia (20 juta ha).   Sedangkan lahan gambut berkontribusi dalam emisi GRK, terutama karbondioksida. Hal tersebut yang melatarbelakangi dilaksanakannya kegiatan Pengelolaan Lahan Gambut Terdegradasi Berkelanjutan untuk Mengurangi Emisi GRK dan Mengoptimalkan Produktivitas Tanaman, oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian, yang dibiayai oleh ICCTF (Indonesian Climate Change Trust Fund) Bappenas. Kegiatan ICCTF Fase I di Provinsi Jambi telah dimulai sejak tahun 2011 di Desa Arang-Arag Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi.  Pada tahun 2013 ini, kegiatan ICCTF Fase II dilaksanakan di 5 provinsi di Indonesia yaitu Jambi, Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Papua.  Di Jambi, kegiatan ini dilaksanakan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi.

Selasa 26 Februari 2013 dilaksanakan Sosialisasi Kegiatan ICCTF  Fase II di Kantor Bappeda (Badan Perencanaan Daerah) Provinsi Jambi, yang dihadiri oleh instansi terkait sektor pertanian (perkebunan, peternakan, ketahanan pangan dan penyuluhan, DAS) Provinsi Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi, Bappeda Provinsi Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi, BLHD (Badan Lingkungan Hidup Daerah) Provinsi Jambi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika serta Universitas Jambi. Tujuan sosialisasi ini adalah untuk menginformasikan latar belakang dan tujuan kegiatan ICCTF di Jambi, serta mengharap dukungan pemerintah daerah setempat dalam upaya penurunan emisi GRK di Provinsi Jambi.  Paparan tentang kegiatan Fase II ini disampaikan oleh Kepala Balai Klimatologi dan Hihrologi yang sekaligus sebagai project manager di Kegiatan ICCTF dan hasil kegiatan Fase I disampaikan oleh Kepala  BPTP Jambi.

Acara paparan dilanjutkan dengan diskusi yang menghasilkan rumusan : ICCTF dan BPTP telah mengembangkan teknologi tepat guna pada lahan gambut terdegradasi menjadi lahan yang produktif dan dapat mengurangi emisi GRK, perlu adanya  peta kedalaman gambut tiap Kabupaten dan Kota agar perluasan areal pertanian tidak terkendala dan perlu adanya replikasi dari kegiatan ini oleh instansi terkait.

LAST_UPDATED2
 
Temu Lapang M-KRPL Kota Jambi PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Endang Susilawati, S.Pt   
Senin, 11 Februari 2013 00:00

Temu Lapang Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) di Kota Jambi telah dilaksanakan pada 09 Februari 2013, bertempat di RT 21,  Kelurahan Paal V, Kecamatan Kotabaru.

Acara dihadiri oleh Kepala BPTP Jambi (Ir. Endrizal, M.Sc) beserta beberapa orang peneliti dan teknisi, Kepala Dinas Pertanian Kota Jambi, Sekretaris Polsek Kota Jambi,  Perwakilan dari Badan Ketahanan Pangan dan Penyluhan Kota Jambi, Camat Kotabaru, Lurah Paal V, Ketua RT 21, PPL,  serta seluruh anggota KWT Kasuari RT 21 yang terlibat langsung dalam menjalankan program M-KRPL Kota Jambi.

Diawali dengan sambutan dari Ketua RT 21 dan Lurah Paal V sebagai tuan rumah. Dalam sambutannya menyampaikan terimakasih tak terhingga telah melibatkan warganya dalam melaksanakan program pemerintah sehingga memperluas wawasan dan ketrampilan warga dalam memanfaatkan pekarangan dengan bercocok tanam sayuran, toga bahkan kolam. Dilanjutkan sambutan Kepala Dinas Pertanian Kota Jambi yang menyampaikan bahwa kegiatan M-KRPL yang dilakukan oleh BPTP Jambi sejalan dengan kegiatan Dinas Pertanian Kota yaitu Program Pemberdayaan Perempuan Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2KSS) yang tujuannya tidak lain mendukung program kemandirian pangan keluarga. Beliau mengharapkan seluruh penyuluh turut aktif dalam mendukung kegiatan M-KRPL di Kota Jambi.  Sementara Kepala BPTP Jambi dalam sambutannya mengenalkan visi misi BPTP sebagai institusi vertikal yang berperan aktif dalam menyampaikan inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi ke stakeholder di daerah. Pemanfaatan pekarangan menjadi salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian pangan sesuai dengan arahan Presiden RI. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan, buah, sayuran, toga, ternak serta untuk mengembangkan sumber benih/bibit untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan pekarangan dan melestarikan tanaman pangan untuk masa depan. Terkait dengan kegiatan M-KRPL, Beliau menyampaikan bahwa saat ini BPTP telah memiliki Kebun Bibit Inti (KBI) yang berlokasi di Kantor BPTP di Jl. Samarinda Paal V Kotabaru yang menyediakan bibit/benih sayuran untuk kebutuhan semua kegiatan M-KRPL di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi. “Siapa saja yang membutuhkan bibit/benih, silahkan datang ke KBI BPTP Jambi, kami siap membantu” ujar beliau.

Sambil menikmati snak berbahan lokal  (kacang rebus, pisang rebus dan getuk), para peserta dengan seksama mendengarkan penyampaian ibu rima Purnamayani, SP, M.Si sebagai penanggungjawab kegiatan M-KRPL Kota Jambi tentang sosialisasi hasil kegiatan “Model Kawasan Rumah Pangan Terpadu di Kota Jambi” Dilanjutkan acara sambung rasa dengan menjawab beberapa pertanyaan yang muncul dari polsekta Jambi, anggota KWT Kasuari dan PPL. Kepala BPTP Jambi pada akhir acara menyampaikan perlunya jalinan kerjasama yang baik antara instansi terkait dan warga agar melalui kegiatan ini ketahanan pangan Rumah Tangga bisa dipertahankan baik dari aspek kualitas maupun kuantitas, aman dan terjangkau untuk keluarga. Kebutuhan ketahanan pangan tersebut dapat terpenuhi baik dari aspek distribusi maupun aspek konsumsi, selain diupayakan dapat berhasil dan berkelanjutan.

Penyerahan banner dilakukan diakhir acara oleh Kepala BPTP Jambi kepada Camat Kotabaru dan dilanjutkan penyerahan banner oleh Koordinator wilayah Kota Jambi kepada Lurah Paal V. Dilanjutkan dengan foto bersama dan makan siang yang menunya adalah sayuran dan ikan hasil dari pekarangan para anggota KWT Kasuari.

 
Sinergi BPTP Jambi dan BP3K Tabir Selatan Kabupaten Merangin PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Rima Purnamayani, MP, M.Si   
Jumat, 25 Januari 2013 00:00

Jumat 25 Januari 2013, bertempat di Balai Desa Sungai Sahut, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, diselenggarakan pertemuan sosialisasi hasil kegiatan dan prorgam  strategis Kementerian Pertanian oleh BPTP Jambi. Kegiatan dan program yang disosialisasikan adalah Teknologi Pembuatan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit, program Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) dan Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP).

Pertemuan ini diselenggarakan atas kerjasama BPTP Jambi dengan UPTB-BP3K (Unit Pelaksana Teknis Badan-Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) Kecamatan Tabir Selatan. Peserta yang hadir sekitar 50 orang terdiri dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sekecamatan Tabir Selatan, Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Pokja III PKK sekecamatan Tabir Selatan dan Ketua Gapoktan sekecamatan Tabir Selatan. Acara ini dibuka oleh Kepala Desa Sungai Sahut, yang menyambut baik atas diselenggarakannya pertemuan ini dan mengharapkan agar pertemuan seperti ini sering dilaksanakan oleh UPTB-BP3K Kecamatan Tabir Selatan.

Respon peserta sangat antusias terhadap materi yang dipaparkan, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan hangatnya diskusi yang berjalan. Acara ditutup dengan pemasangan Papan Nama Pos Penyuluhan Desa Sungai Sahut di depan Balai Desa.

LAST_UPDATED2
 
Temu Lapang dan Panen Perdana PTT Padi Gogo PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Defira Suci Gusfarina, SP   
Senin, 14 Januari 2013 00:00

“Padi gogo”, yang terlintas dibenak petani padi di Desa Panti adalah padi lahan kering, yang tanamannya tidak begitu subur dan produksinya jauh lebih rendah dari padi sawah. Tapi pada temu lapang dan panen perdana padi gogo pada Daerah Aliran Sungai di Desa Panti Kecamatan Sarolangun Kabupaten Sarolangun pada hari senin tanggal 14 Januari 2013 mereka membuktikan bahwa padi gogo, jika dibudidayakan dengan teknologi yang benar maka didapatkan hasil yang jauh lebih baik.

Panen perdana Kegiatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Gogo, merupakan kegiatan pengkajian in house Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi TA 2012 dengan rata-rata hasil panen dari 3 (tiga) ubinan 5,48 ton/Ha gabah kering panen. Peserta yang hadir sekitar 60 orang, pada acara ini turut hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sarolangun, Badan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Sarolangun, Anggota DPRD Kabupaten Sarolangun, BP3K Kecamatan Sarolangun, Penyuluh Pertanian se Kecamatan Sarolangun, perwakilan beberapa kelompok tani Kecamatan Sarolangun, petani dan kelompok tani disekitar lokasi kegiatan dan peneliti BPTP Jambi.

Pada kesempatan ini kepala Dinas Pertanian berterima kasih kepada BPTP karena telah kesekian kalinya memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi pertanian khususnya tanaman pangan di Kabupaten Sarolangun, dan berharap agar kedepan lebih banyak inovasi teknologi yang dapat dikembangkan di Kabupaten Sarolangun. Beliau juga mengintruksikan kepada PPL dan petani agar teknologi pada PTT padi gogo yang telah teruji dapat diadopsi dan dikembangkan pada lokasi-lokasi lain dan hasil panen padi gogo dapat dijadikan sebagai sumber benih.

Paket teknologi PTT yang diintroduksikan adalah: pengolahan tanah secara TOT, VUB Limboto bersertifikat berasal dari Balitpa Sukamandi, penanaman dilakukan dengan sistem jajar legowo 4 : 1 dengan jarak tanam 30 x 20 x 10 cm. Pada awalnya petani koperator dan anggota kelompok tani sulit menerima teknologi jajar legowo karena membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak. Seiring waktu berjalan petani pun menemukan beberapa kelebihan dari teknologi jajar legowo seperti bertambahnya jumlah populasi tanaman, tidak adanya gangguan hama tikus, lebih mudah dalam penyiangan, maupun pengendalian hama dan penyakit serta hasil panen jauh lebih memuaskan dari pada panen ketika menggunakan varitas lokal dengan hasil panen 2 ton/Ha. Oleh karena itu petani kooperator dan Kepala BP3K sepakat akan mengembangkan teknologi PTT dan menggunakan sumber benih dari hasil panen kegiatan PTT ini pada lahan penanaman  seluas 100 ha.

Pemerintah Daerah Sarolangun sangat mendukung dan akan menjadikan petani koperator sebagai petani penangkar benih padi gogo di Sarolangun, petani penangkar benih padi gogo di selama ini belum ada.

LAST_UPDATED2
 
Panen Perdana Display VUB Padi Inbrida Varietas Inpari 12 di Kabupaten Bungo PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Endang susilawati, S.Pt   
Jumat, 21 September 2012 00:00

Panen Perdana Display VUB Padi Inbrida Varietas Inpari 12 telah dilaksanakan pada tanggal 19 September 2012 di Desa Teluk Pandak, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo. Panen perdana ini dilakukan saat umur 103 hari setelah tanam oleh Peneliti BPTP Jambi sebagai koordinator wilayah kerja di Kabupaten Bungo, Penyuluh BP3K Tanah Sepenggal serta petani kooperator dengan disaksikan oleh beberapa orang petani yang sedang berada di lokasi panen.

Area Display VUB padi Varietas Inpari 12 ini dikelilingi oleh padi Varietas IR 42 yang merupakan bantuan pemerintah setempat sehingga panen padi Varietas Inpari 12 dilaksanakan lebih awal karena umur panen lebih cepat dari umur panen padi Varietas IR 42 yang diperkirakan umur 135-145 hari. Hasil panen padi Varietas Inpari 12 menunjukkan potensi hasil 6,7 t/ha.

Kegiatan display VUB Padi Inbrida Varietas Inpari 12 di Kabupaten Bungo diharapkan dapat menjadi percontohan yang sekaligus mengajak khususnya petani padi setempat untuk mengembangan padi VUB seperti Varietas Inpari 12 dengan sistem tanam jajar legowo untuk mendukung kecukupan kebutuhan beras di Kabupaten Bungo dan khususnya Kecamatan Tanah sepenggal.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com