Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
juknis pengendalian ulat bulu
katam
pustakadigital
eproduk
Sinartani
bank ilmu padi
epetani
jambi dlm angka

Forum Litbang/Katalog Online

Kalender Kegiatan 2014

Pengunjung online

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini105
mod_vvisit_counterKemarin102
mod_vvisit_counterMinggu ini841
mod_vvisit_counterBulan ini2601
mod_vvisit_counterAll147775
Berita Terkini
Pekan Pertanian Spesifik Lokasi II di Kendari PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Rima P   
Kamis, 28 November 2013 00:00

Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) menyelenggarakan Pekan Pertanian Spesifik Lokasi (PPSL) pada tanggal 21-25 November  2013. Kegiatan ini diselenggarakan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, yang mengusung tema “Percepatan Pemanfaatan Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi  Mendukung Sulawesi sebagai Lumbung Pangan Nasional”.  Tujuan PPSL ini adalah : mengkomunikasikan hasil-hasil inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi untuk memperkuat ketahanan pangan dalam menghadapi perubahan iklim global, mengkomunikasikan hasil pembelajaran dari berbagai kegiatan membangun ketahanan pangan berbasis agroekosistem, mempertemukan dan menjalin jejaring kerja dengan berbagai pihak yang berkepentingan dalam pengembangan inovasi teknologi pertanian serta menumbuhkembangkan apresiasi dan minat generasi muda pada bidang pertanian.

Kegiatan PPSL dibuka oleh Wakil Menteri Pertanian Bapak Dr. Rusman Heriawan.  Dalam sambutannya,  beliau menyatakan bahwa untuk pelaksanaan pembangunan pertanian agar menggunakan pendekatan kearifan lokal, karena yang mengetahui potensi masing-masing daerah adalah mereka sendiri, sehingga diberi kebebasan untuk berbuat. Hadir pula dalam pembukaan PPSL II ini,  Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam, SE, M.Si yang dalam sambutannya menyatakan bahwa Sulawesi Tenggara sangat membutuhkan dukungan untuk penerapan inovasi teknologi pertanian yang disesuaikan dengan kondisi spesifik wilayah.  Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono dalam sambutannya mengatakan  bahwa, Badan Litbang Pertanian,  melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang berada di setiap provinsi, melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dalam menghasilkan inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi dalam optimasi pemanfaatan sumberdaya lokal di masing-masing provinsi dengan dukungan dari Balit/Puslit/Balai Besar serta bersinergi dengan berbagai stakeholders terkait baik di pusat maupun di daerah.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan pada PPSL II ini diantaranya Pameran Inovasi Pertanian Spesifik Lokasi, Gelar Teknologi dengan nuansa KRPL, dan Seminar Nasional Inovasi Pertanian Spesifik Lokasi.  Selain kegiatan utama tersebut, selama PPSL berlangsung, juga diselenggarakan pula tiga side event yaitu: Pelatihan Pemupukan, Penggunaan PUP, dan Sosialisasi KATAM, Workshop Pengelolaan Sumber Daya Genetik Lokal mendukung Ketahanan Pangan Nasional, dan Implementasi Model Simulasi Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal.

Pada PPSL kali ini penyajian materinya dikelompokkan berdasarkan pada delapan agroekosistem yaitu: Lahan Sawah Intensif (LSI); Lahan Sawah Semi Intensif (LSSI); Dataran Rendah Beriklim kering (LKDRIK); Dataran tinggi beriklim kering (LKDTIK); Dataran rendah beriklim basah (LKDRIB); Dataran tinggi beriklim basah (LKDTIB); Lahan rawa pasang surut (LRPS); serta Lahan rawa lebak (LRL).  BPTP Jambi menampilkan produk unggulan yaitu pupuk organik kompos tankos dan pupuk organik cair Biojer.  Selain itu ditampilkan juga poster, banner dan leaflet yang berkaitan dengan hasil pengkajian BPTP Jambi.

 
Edukasi Peduli Lingkungan SD Negeri 42 Kota Jambi Ke BPTP Jambi PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Linda Yanti   
Rabu, 20 November 2013 00:00

Riuh rendah suara anak -  anak kelas 4 SDN 42 Kota Jambi memenuhi aula pertemuan Agro inovasi BPTP Jambi Kantor Sungai Tiga, Desa Pondok Meja pada hari Selasa, 19 November 2013. Dalam rangka melaksanakan pendidikan yang terkait dengan “Peduli lingkungan”, sebanyak 130 orang murid – murid tersebut didampingi oleh beberapa orang guru mengunjung BPTP Jambi.  Rombongan murdi SD 42 itupun disambut oleh Kepala BPTP Jambi, Ir. Endrizal, M.Sc, yang didampingi beberapa orang peneliti dengan tangan terbuka. Inilah salah satu bentuk pengembangan tupoksi BPTP Jambi terhadap masyarakat untuk memberikan edukasi kepada anak – anak didik sebagai bentuk kepedulain terhadap lingkungan sekitar yang nantinya akan menginspirasi mereka untuk mencintai lingkungan dan melestarikannya.  Setelah Kepala Balai menyampaikan sekilas info tentang BPTP Jambi,  anak-anakpun diajak berkeliling untuk melihat “visitor plot” dan lingkungan kantor untuk melihat tanaman yang ada sebagai bahan observasi dan materi penunjang belajar mereka.  Anak-anak merasa puass setelah mengunjungi lokasi pembibitan sayur, tanaman buah, perkebunan, kolam ikan dan ternak dan membuat mereka takjub dan merasa nyaman menghirup udara bebas di luar kelas. Artinya anak-anak membutuhkan “belajar bersama alam”.  Sebagai bentuk apresiasi kepada BPTP Jambi, sebelum berakhir kunjungan, 2 orang murid SD 42 mengungkapkan kesan mereka atas kunjungan yang menarik tersebut dengan menyebutkan semua jenis tanaman yang ada di lokasi perkantoran BPTP, ternyata  ada ± 40 jenis tanaman. Semoga pengalaman ini akan menjadi bekal anak-anak untuk menciptakan lingkungan hijau di sekolahnya.

LAST_UPDATED2
 
Pembukaan TMMD ke-91 di Desa Nilo Dingin Kabupaten Merangin Jambi Didukung dengan Program Kawasan Rumah Pangan Lestari PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Syafri Edi   
Jumat, 11 Oktober 2013 00:00

Kementerian Pertanian melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) telah melakukan kerjasama dengan TNI-AD di beberapa provinsi termasuk Provinsi Jambi. BPTP Jambi bekerjasama dengan TNI-AD mendukung kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di 2 lokasi yaitu  TMMD ke-90 di Desa Paku Aji Kec. Batin XXIV Kab. Batanghari Kodim 0415 Batanghari telah ditutup pada tanggal 3 Juni 2013 yang lalu dan  TMMD ke-91 di Desa Nilo Dingin Kec. Lembah Masurai Kab. Merangin Kodim 0420 Sarko, di buka tanggal 9 Oktober dan rencananya akan ditutup pada tanggal 29 Oktober 2013.

Pembukaan TMMD ke 91 dilakukan secara resmi oleh Danrem 042/Gapu Kol. Inf Eko Budi Supriyanto bertempat di lapangan olah raga Desa Nilo Dingin. Acara pembukaan dihadiri oleh Wakil Gubernur Jambi, Wakil Bupati Kabupaten Merangin, Kepala Dinas dan Instansi terkait tingkat Provinsi dan Kabupaten Merangin, Korem Garuda Putih Jambi, Kodim 0420 Sarko, Koramil sekabupaten Merangin, Polri, tokoh masyarakat, mahasiswa, pelajar dan anggota masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.  Dalam amanatnya,  Kol. Inf Eko Budi Supriyanto mengatakan TMMD  merupakan suatu program yang mensinergikan TNI dengan masyarakat dalam rangka mempercepat peningkatan pelaksanaan pembangunan dan pencapaian program-program pembangunan sektoral di pedesaan. Tema yang diusung kali ini adalah “Melalui TNI Manunggal Membangun Desa, TNI Bersama-sama Polri, Kementerian/LPNK, Pemerintah Daerah dan Seluruh Komponen Bangsa Lainnya, Kita Tingkatkan Integritas guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dalam Rangka Mewujudkan Kedamaian dan Kesejahteraan Masyarakat di Pedesaan”. Sasaran TMMD meliputi rehab jalan sepanjang 572 m, drainase 500 m, pembangunan MCK, pembangunan air bersih dan turap masjid.  Pada pembukaan TMMD juga dilaksanakan pengobatan gratis, sunat massal serta pameran. Selanjutnya ditegaskan dalam pelaksanaan TMMD harus bersifat profesional, ikhlas, menghormati adat istiadat setempat, menjadi contoh sumber motivasi, membangun solidaritas dengan semua komponen dengan harapan semoga TMMD sukses dan bermanfaat bagi semua masyarakat.

Kegiatan pembukaan TMMD diakhiri dengan kunjungan ke Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Dalam kunjungannya Wakil Gubernur Jambi yang didampingi TNI menyampaikan harapan kepada masyarakat Nilo Dingin, agar kegiatan KRPL ini bukan hanya sebatas karena ada acara, tetapi dijadikan kebiasaan. Untuk masa mendatang, diharapkan di setiap pekarangan rumah masyarakat  dapat dimanfaatkan untuk ditanami beberapa jenis tanaman bagi kepentingan rumah tangganya, sehingga kebutuhan sayuran tidak perlu lagi ke pasar, karena di pekarangan sudah tersedia berbagai macam sayuran. Syafri Edi selaku Koordinator KRPL menjelaskan bahwa BPTP Jambi pada kesempatan ini bekerjasama dengan TNI-AD melakukan kegiatan KRPL yang terdiri dari 47 RPL dan 1 buah Kebun Bibit Desa (KBD) untuk mendukung kegiatan TMMD ini.

LAST_UPDATED2
 
Sosialisasi Kegiatan model Kawasan Rumah Pangan Lestari (m-krpl) Mitra dengan Organisasi Salimah Provinsi Jambi PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Desy Nofriati   
Selasa, 08 Oktober 2013 04:34

Sesuai MoU Mitra Badan Litbang Pertanian Oktober 2011 terkait m-KRPL Mitra, BPTP Jambi mengadakan acara sosialisasi m-KRPL Mitra dengan Organisasi Salimah (Persaudaraan Muslimah) Kota Jambi pada hari Minggu 06 Oktober 2013 bertempat di Komplek Spalatur Permata  Sari,  RT 37 Kenali Asam Bawah Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.

Sebagai bentuk apresiasi dan antusiasme yang tinggi dari  warga setempat acara ini dihadiri hampir oleh sebagian besar masyarakat komplek tersebut. Acara ini juga dihadiri oleh Kepala dan staf BPP Kecamatan Kota Baru, para penyuluh dan pengurus organisasi Salimah wilayah Jambi serta warga lokasi m-KRPL mitra Salimah sebanyak 40 orang dan 7 orang dari pengurus Salimah wilayah Jambi. Sebagai penyelenggara, BPTP Jambi diwakili oleh Koordinator kegiatan m-KRPL BPTP Jambi.

Dalam arahannya, Ketua Salimah Wilayah Jambi, Ibu Deis Surya Etika, S.Pt  mengawali dengan ucapan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan m-KRPL Mitra dengan Salimah kepada Badan Litbang Pertanian RI yang di wakili oleh BPTP Jambi. Sebagai amanat program Salimah Pusat bahwa kegiatan Rumah Pangan Lestari ini wajib dikembangkan diseluruh jaringan Salimah hingga tingkat Kabupaten/Kota. Sehingga kehadiran BPTP Jambi  dalam pelaksanaan kegiatan  ini betul - betul bagaikan gayung bersambut dengan harapan konsep pemanfaatan pekarangan di seluruh lingkup Kota Jambi dengan Pilot Project RT 37 komplek  Spalatur  Permata Sari dapat diaplikasikan dengan baik.

Semangat dari seluruh warga komplek menjadi energi yang selalu terbarukan bagi  pengembangan program m-KRPL  khususnya m-KRPL Mitra sehingga, kondisi ini menjadikan BPTP Jambi selalu ada untuk masyarakat Jambi khususnya di Kota Jambi. Komitmen ini tergambarkan dari seluruh penjelasan dan pengarahan yang disampaikan oleh Bapak Syafri Edi selaku Koordinator kegiatan m-KRPL BPTP Jambi.  Beliau menyampaikan bahwa semangat mengembangkan program ini adalah suatu keharusan bagi BPTP Jambi dalam meneruskan intruksi Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudoyono beberapa waktu lalu, dan juga merupakan tindak lanjut dari arahan dari Menteri Pertanian Bapak Suswono untuk terus mewujudkan empat sukses Kementerian Pertanian terutama terkait program diversifikasi pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Lebih khusus lagi kegiatan m-KRPL Mitra ini memang wajib dilaksanakan sebagai amanat dari MoU m-KRPL Mitra Badan Litbang Pertanian dengan TNI AD dan Salimah. Direncanakan 30 rumah yang akan dilibatkan secara aktif pada kegiatan m-KRPL mitra Salimah ini.

Acara yang berlangsung  selama 2 jam ini secara keseluruhan dapat terselenggara dengan baik, lancar dan sukses. Besar harapan agar selama pelaksanaan kegiatan ini akan selalu mendapat dukungan dan  partisipasi  dari seluruh warga komplek Spalatur Permata Sari. Sebagai bukti keseriusan BPTP Jambi dalam melaksanakan kegiatan m-KRPL ini BPTP Jambi telah memberikan panduan kegiatan secara simbolis kepada penyuluh lingkup BPP Kecamatan  Kota Baru dan dalam waktu dekat akan segera dibangun Kebun Bibit Desa (KBD).. Selain itu untuk menopang keberlanjutan kegiatan ini telah dibentuk kelembagaan yang sangat membantu manajemen dan operasional teknis di lapangan, yang diberi nama KWT (Kelompok Wanita Tani) Anggrek.

LAST_UPDATED2
 
Demonstrasi Area Penggunaan Pupuk Hayati Unggulan Nasional (PHUN) pada Kedelai Di Lahan Pasang Surut - Jambi PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Rima P   
Selasa, 24 September 2013 14:53

Kegiatan Demonstrasi Area PHUN kedelai dilaksanakan di Desa Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Lokasi kegiatan merupakan  lahan rawa pasang surut dengan melibatkan petani dari kelompok tani Ojo Lali dengan Ketua Kelompok Suyatno. Pada minggu ke II bulan Mei dilakukan sosialisasi kegiatan PHUN kedelai di Kantor BP3K Kecamatan Berbak dengan jumlah peserta sekitar 50 orang. Materi sosialisasi PHUN kedelai disampaikan oleh Prof. Dr. Subandi dari Balitkabi Malang.

Untuk kegiatan dilapangan PHUN yang digunakan adalah Iletrisoy, Agrimeth dan Kedelai plus. Adapun perlakuan yang dilakukan petani yaitu : Perlakuan cara petani, Perlakuan cara petani + PHUN dan Perlakuan cara petani + dolomite dan pupuk kandang + PHUN.  Pertanaman kedelai menggunakan varietas Anjasmoro dan Baluran  dilakukan pada minggu ke IV bulan Mei dan awal Juni 2013. Jumlah petani yang mengikuti kegiatan PHUN adalah 10 petani dan luas tanam 13,5 ha.

Pengamatan jumlah bintil akar yang dilakukan pada umur 45 hari menunjukkan Perlakuan cara petani + dolomite dan pupuk kandang + PHUN kedelai plus lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya yaitu 74 sedangkan perlakuan cara petani adalah 42. Hasil kedelai dengan pemberian PHUN Iletrisoy, Agrimeth dan Kedelai Plus berkisar 1,53 t/ha - 1,89 t/ha lebih tinggi dibanding tanpa pemberian PHUN yaitu 1,21 t/ha.

Acara temu lapang dem area PHUN kedelai dilakukan pada tanggal 20 Agustus 2013 yang dihadiri oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan, BP4K Kabupaten Tanjung Jabung Timur, BP3K, Camat, Lurah, SMK Pertanian, PPL dan Kelompok Tani dengan jumlah perserta 70 orang. Acara temu lapang diawali kunjungan ke lokasi pertanaman kedelai dengan menjelaskan perlakuan pada tanaman kedelai dengan menggunakan PHUN Agrimeth, Iletrisoy dan Kedelai Plus dan mengajak petani/kelompok tani untuk melihat perlakuan yang dilakukan serta  pengamatan jumlah polong. Penjelasan dari Ketua Kelompok Tani mengenai manfaat penggunaan pupuk hayati yang dapat menambah hara, mengurangi serangan hama/penyakit pada akar serta penghematan penggunaan pupuk Urea. Dalam penjelasan tersebut diiringi dengan diskusi dilapangan mengenai pertanaman kedelai dan pupuk hayati unggulan nasional dan dari hasil pengamatan dilapangan petani menyatan  bahwa dengan pemberian pupuk hayati jumlah polongnya lebih banyak dibanding tanpa pupuk hayati.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com